Ketagihan Mencuri di Rumah Kosong, Dua Pria di Depok Diringkus Polisi

Ketagihan Mencuri di Rumah Kosong, Dua Pria di Depok Diringkus Polisi – Polisi tangkap dua bersaudara ipar, Iwan Hendrik (39) serta Rizal Septrianto (26) , sebab mengambil di dalam rumah kosong di Depok. Kedua-duanya beberapa kali mengambil di dalam rumah kosong.

” Ada penangkapan pada terduga pemeran rumah kosong. Ini pemeran yg lakukan pencurian pada tempat tempat yg tak berpenghuni, ” kata Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana terhadap wartawan di Polresta Depok Jalan Margonda Raya, Depok, Selasa (9/4/2019) .

Ke-2 pemeran diamankan pada Kamis (4/4) sehabis beberapa saat awal mulanya mengambil dalam sesuatu rumah di jalan Kemang 1, Sukmajaya, Depok. Waktu itu pemeran mencongkel jendela rumah dengan obeng disaat dalam kondisi kosong.

” Kebetulan peristiwa jam 09. 30 WIB waktu penghuni tengah liburan. Mereka mengamati rumah itu, disaksikan kosong, lantas masuk lewat jendela memakai obeng serta ambil beberapa barang, ” papar Arya.

Tidak cuman di Sukmajaya, ke-2 pemeran lakukan pencurian di empat area yang lain dengan keseluruhan kerugian Rp 20 juta dengan modus yg sama.

” Modusnya orang orang begini kan ia lakukan pemantauan dahulu sebelum berlaga, muter di ruangan cluster perumahan yg sepi, ” ujar Arya.

Menurut Arya, ke-2 pemeran bukan termasuk juga spesialis, namun condong sebab ketagihan.

” Ketagihan saja. Bila spesialis kan telah pakar sekali, lebih dari 10 bolehlah (dimaksud) spesialis, ” paparnya.

Atas peristiwa ini, beberapa pemeran dikenai Masalah 363 KUHP dengan intimidasi 9 tahun penjara. Arya ikut menghimbau penduduk lebih waspada disaat tinggalkan rumah.

” Imbauan saya, satu kali lagi, bila ke luar kota, titip rumah sama pak RT atau pak RW. Janganlah nyalakan lampu siang hari, itu isyarat bila gak ada orang, ” tuturnya.

Selain itu, satu diantara pemeran, Iwan Hendrik, mengatakan telah satu tahun memperlancar laganya bersama-sama adik iparnya. Dirinya sendiri mengatakan ajak adik iparnya sebab punyai problem ekonomi yg sama.

” Ia (Rizal) adik ipar saya, iya pengin sendiri ia, saya yg ngajakin sebab gak punyai uang ikut ia, problem ekonomi ikut, ” kata Iwan.

Iwan, yang disebut pelukis tato, mengatakan memperoleh Rp 2 juta tiap-tiap berlaga. Uang yg didapatkan diperlukan untuk kebutuhan keseharian.

” Buat bayar kontrakan, bukan (buat mabuk) , untuk kepentingan satu hari hari anak-istri, ” timpalnya.